Bali: Bukan saatnya berlibur
Monday, 17 December 2007
Nusa Dua, BALI INDONESIA, Beruang kutub Greenpeace hadir dengan Termometer raksasa berukuran 6.7 meter dengan banner yang bertuliskan "Don`t Cook The climate" (Jangan membunug iklim) di saat yang sama pembukaan konferensi perubahan iklim (UNFCCC) di Bali, Indonesia. Termometer ini akan memperingatkan bahwa suhu bumi harus berada jauh di bawah 2 dereajat celcius dan sebisa mungkin menjauhkan bumi dari bencana. Termometer ini akan berdiri hingga konferensi ini selesai. - Kami mengamati para delegasi -
Nusa Dua, BALI INDONESIA, Beruang kutub Greenpeace hadir dengan Termometer raksasa berukuran 6.7 meter dengan banner yang bertuliskan "Don`t Cook The climate" (Jangan membunug iklim) di saat yang sama pembukaan konferensi perubahan iklim (UNFCCC) di Bali, Indonesia. Termometer ini akan memperingatkan bahwa suhu bumi harus berada jauh di bawah 2 dereajat celcius dan sebisa mungkin menjauhkan bumi dari bencana. Termometer ini akan berdiri hingga konferensi ini selesai. - Kami mengamati para delegasi -
Besarkan Gambar
Nusa Dua, Bali, Indonesia — Di minggu kedua perundingan tentang perubahan iklim di Bali memasuki saat yang penting dan Greenpeace mengingatkan pemerintah-pemerintah dunia harus bertindak bersama jika mereka ingin berhasil dalam pertemuan ini.
“Hari ini Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat menerima penghargaan Nobel Perdamaian di Oslo berkat upaya mereka dalam membawa perhatian dunia terhadap pentingnya kajian ilmiah tentang iklim. Pemerintah-pemerintah dunia harus menyadari, jika mereka tidak mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, maka dampak terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi akan sangat mahal,” kata Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Emmy Hafild.
Ada sebuah dokumen dari Pemerintah Kanada yang dibocorkan menunjukkan bahwa ada rencana untuk menghambat perundingan. Jepang juga memiliki rencana yang serupa. Dan, kita menunggu tampilnya suatu kepemimpinan dari Pemerintahan baru di Australia yang sampai saat ini belum tampak.
Dunia masih terus berkembang, dan inilah yang kita inginkan. Di akhir pekan ini kita berharap akan adanya suatu kesepakatan yang mengakui bahwa masih memungkinkan untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 2ºC. Kepemimpinan yang diperlukan untuk melakukan ini belum terlihat.
“Kita tidak ingin melihat para Menteri tiba di Bali dengan pidato yang mereka siapkan dua minggu lalu. – mereka harus menyingsingkan lengan baju dan melakukan pekerjaan yang gagal diselesaikan oleh waki-wakil mereka. Pertemuan ini memang diadakan di Bali, tapi jelas ini bukan saatnya untuk liburan,” kata Emmy Hafild.
Salah satu hal penting dari pertemuan ini adalah pembahasan tengang emisi global yang 20 persen berasal dari deforestasi. “Kalau hal ini tidak disepakati, maka Bali akan hanya menjadi tempat kejadian perkara criminal (TKP),” kata Emmy.
Sementara itu, para Menteri Keuangan akan mengadakan pertemuan di Bali hari ini.
“Kami menyerukan agar para menteri keuangan setuju untuk mendanai revolusi energi yang dibutuhan dunia untuk menghentikan perubahan iklim. Menanam modal di bidang energi terbarukan di masa depan akan menghemat sampai sepuluh kali dalam pengeluaran untuk bahan bakar fosil, penghematan hingga 180 miliar dolar Amerika per tahun dan menekan emisi CO2 sampai separuh di tahun 2030," kata Sven Teske, Juru Kampanye Greenpeace.
Greenpeace sudah menyusun suatu rancangan berdasarkan studi mendalam bersama Dewan Energi Terbarukan Eropa (European Renewable Energy Council) yang akan disampaikan malam ini di Bali (*).
(*) Revolusi Energi akan dipresentasikan malam ini di Hydro Room Grand Hyatt Bali pukul 20-21.30 WITA.
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku, demi melindungi dan melestarikan lingkungan hidup dan mengusung perdamaian.
taken from Greanpeace